Mana yang lebih hemat untuk UMKM? Bandingkan biaya, kestabilan offline, dan kepemilikan data.
| Perbandingan | QiuPOS | POS Langganan Tipikal |
|---|---|---|
| Model biaya | Sekali bayar (lisensi seumur hidup) | Rp 100.000–200.000 / bulan |
| Biaya 1 tahun | Rp 1.690.000 – 5.900.000 (sekali) | ± Rp 1.800.000 / tahun (berulang) |
| Biaya 3 tahun | Tetap sama (sudah lunas) | ± Rp 5.400.000 |
| Mode offline | Penuh — transaksi tanpa internet | Sering butuh koneksi / sinkron cloud |
| Kepemilikan data | Data di perangkat Anda | Umumnya di server vendor |
| Install & dukungan | Garansi install selamanya (remote) | Tergantung paket langganan |
| Cocok untuk | UMKM yang ingin biaya tetap & kasir stabil di satu toko | Bisnis yang butuh sinkron cloud antar lokasi real-time |
Jika POS lain mengenakan Rp 150.000/bulan, dalam 3 tahun Anda mengeluarkan sekitar Rp 5.400.000. Dengan QiuPOS PRO (Rp 2.990.000 sekali bayar), Anda sudah hemat ± Rp 2.410.000 — dan tahun berikutnya biaya langganan tidak muncul lagi.
Untuk usaha kecil, paket STARTER Rp 1.690.000 biasanya sudah kembali modal dalam waktu kurang dari setahun dibanding langganan bulanan. Banyak titik kasir di QiuPOS hanya berlaku di satu toko via LAN, bukan multi-cabang terpadu.